Berita » Berita » Foto » Kegiatan » Press Release

Senin, 7 November 2016

BERANTAS KORUPSI, KPK TINGKATKAN KAPASITAS APARAT PENEGAK HUKUM ACEH

dsc_0346Banda aceh, 7 November 2016. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Penindakan terus berupaya mendorong percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi. Antara lain dilakukan dengan meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum (apgakum) dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan sinergi di antara lembaga penegak hukum.

Untuk itu, KPK menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum 2016 yang akan berlangsung pada Senin-Jumat (7-11) di Hotel Hermes Palace, Jalan T. Panglima Nyak Makam. Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 162 peserta dari beberapa institusi, yakni: 66 penyidik Polres dan Polda Aceh, 66 penyidik dan jaksa penuntut pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Aceh, 7 auditor BPKP Perwakilan Aceh, 5 auditor BPK RI Perwakilan Aceh, 4 penyidik Bareskrim Polri, 4 jaksa pada Jampidsus Kejaksaan Agung, 4 pemeriksa/penyidik TNI, dan fungsional penyidik OJK, 2 penyidik KPK, serta 2 pemeriksa PPATK.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief, kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan pengembalian kerugian keuangan Negara, khususnya di Provinsi Aceh. Dari sinergi ini diharapkan dapat terwujud kerja sama yang lebih efektif di antara instansi penegak hukum, dengan auditor BPK dan BPKP dalam pemberantasan korupsi.

Sinergi dan kerja sama ini mutlak dilaksanakan, Tanpa kerja sama antar lembaga penegak hukum dan instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat, tugas penegakan hukum, khususnya penanganan perkara tindak pidana korupsi menjadi tidak efektif.” Papar syrief.

Dalam kegiatan ini, para peserta akan dibekali 10 materi dari para narasumber yang kompeten dengan format ceramah, diskusi dan Tanya-jawab. Ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan teknis terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi. Usai acara pembukaan, kegiatan pelatihan bersama akan diisi dengan kuliah umum oleh sejumlah pimpinan lembaga pengak hukum, antara lain Wakil Ketua KPK Laode M.Syarief, Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae, Anggota III BPK RI Eddy Mulyadi Soepardi, Deputi Bidang Investigasi BPKP Iswan Elmi dan pejabat pusat.

Kegiatan ini merupakan realisai dari fungsi mekanisme pemicu (Trigger Mechanism) KPK guna mempercepat proses penanganan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani aparat penegak hukum lainnya, yakni Kepolisian dan Kejaksaan. Karena itu, pelatihan ini menjadi amat penting untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, mulai dari tingkat penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi dalam rangka penyelamatan asset Negara hasil tindak pidana korupsi.

dsc_0172

dsc_0201

dsc_0374

(sumber penkum dan humas)