Berita » Berita » Foto » Kegiatan

Selasa, 14 November 2017

PROGRAM LINTAS SEKTOR ANTI NARKOBA KEJATI ACEH DENGAN DINAS PENDIDIKAN DAYAH ACEH

Meulaboh (14/11/2017). Kejaksaan tinggi aceh mendampingi dinas pendidikan dayah aceh dalam program sosialisasi anti narkoba di dayah (pesantren) yang bertempat di dayah ar-raudhatun nabawiyah gampong mesjid baro kecamatan samatiga kabupaten aceh barat. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 wib itu dihadiri kepala dinas pendidikan dayah aceh Dr. Bustami Usman, S.E, S.AP, M.Sc, Teuku Noprizal, S.Stp (Asisten I Bupati Aceh Barat), AKBP Junaidi, S.sos (POLDA Aceh) dan Ichwan Effendi, S.H. (Kejati Aceh). Bertempat digedung aula dayah ar-raudhatun nabawiyah, turut ikut serta para pengurus dan tenaga pengajar dayah ar-raudhatun nabawiyah gampong mesjid baro, santri dan santriwati dan juga Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) Samatiga.

Bustami Usman dalam sambutannya menghimbau kepada para peserta yang hadir agar mau mengerakkan diri untuk awas dan sadar lingkungan terhadap peredaran narkoba yang selama ini sering terjadi disekitar kita. Dan khusus kepada para santri yang nantinya akan berhadapan dengan masyarakat melalui khutbah-khutbah dan ceramah-ceramah yang akan disampaikan agar diisi dengan materi bahaya narkoba secara kesehatan dan juga secara hukum.

Teuku Noprizal yang mewakili bupati aceh barat mengucapkan terima kasih kepada tim lintas sektor sosialisasi bahaya narkoba yang telah memilih lokasi di dayah ar-raudhatun nabawiyah ini, sehingga sangat besar pengetahuan yang diterima oleh para peserta yang hadir dan nantinya akan di sebarkan kepada masyarakat secara verbal disetiap kesempatan berinteraksi dengan masyarakat di aceh barat.

AKBP Junaidi, S.Sos dalam materinya menjelaskan jenis-jenis dan golongan narkoba yang selama ini sering beredar disekitar kita serta hukuman yang akan diterima oleh pengguna dan pengedar narkoba. Pemutaran video singkat tentang banyaknya generasi muda yang mati sia-sia hanya karena penyalahgunaan narkotika.

Ichwan Effendi, S.H. memaparkan kondisi indonesia secara umum dan provinsi aceh secara khusus darurat peredaran dan penggunaan narkoba. Efek menggunakan narkoba yang cenderung disepelekan oleh para pengguna juga disampaikan dalam paparannya. Serta budaya latah masyarakat yang mau menggunakan narkoba hanya karena takut tidak dianggap modern, main set kekinian yang selama ini menjadi style pertemanan remaja dan kawula muda mengakibatkan ketergantungan terhadap narkoba menjadi tinggi.

Dalam sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta, banyak dari peserta belum mengenal bentuk dan jenis-jenis narkoba yang beredar saat ini. Hal ini dikarenakan para santri dan santriwati tidak pernah bergaul dengan lingkungan peredaran dan pengguna narkoba.